Ads google

Minggu, 23 Agustus 2020

Hindari Ijab Kabul atau Pernikahan di 3 Bulan Jawa ini Pamali

 

Pernikahan atau perkawinan adalah hari yang paling sakral bagi kehidupan manusia. Sehingga dalam penentuan hari pernikahan tidak sembarang asal comot bulan untuk .menikah.Terutama orang jawa yang masih lekat akan nuansa kejawannya dan menjaga tradisi leluhur.

Sebelum menentukan bulan untuk menikah mereka banyak yang mencari acuan atau sumber yang dijadikan tempat konsultasi. Sehingga banyak dari mereka yang menunda acara pernikahannya untuk mencari bulan baik . Bhakan dari mereka ada yang harus menanti waktu agak lama untuk mencari bulan baik.

Dari pencarian kami di buku Kitab Primbon Betaljemur adammakna memang ada bulan bulan baikatau Sarju untuk melaksanakan akad nikah, Juga ada bulan bulan yang harus dihindari untuk tidak melakukan akan nikah atau ijab kabul . I5tu semua dilakukan dalam rangka mencari kebaikan untuk calon pengantin berdua.

Berkaitan dengan bulan yang harus dihindari untuk akad nikah atau ijab kabul tertera pada halaman 21 bab No 3 Ala Beciking sasi kanggo ijabing pengantin. Adapun hasil penelusuran bulan bulan yang harus dihindari adalah sebagai berikut: 

1. Bulan Suro atau Muharram : Tukar padu nemu kerusakan 

Artinya jika dilaksanakan pengantin berdua sering bertengkar dan menemui banyak kendala dalam kehidupan pernikahannya

2.Mulud / Rabiul Awwal   : Mati salah siji 

Artinya untuk perjalanan ke depan pengantin berdua ada yang meningal salah satunya .

3.Puasa / Ramadahan : Cilaka Gedhe

Artinya pernikahannnya kelak akan menui mara bahaya 

Itulah 3 bulan menurut literasi Kitab Primbon Betal Jemur yang berkaitan dengan bulan yang harus dihindari untuk pernikahan. Menurut kenyataannya kita terutama orang jawa masih menggunakan sumber ini. Pada bulan bulan diatas jarang orang jawa yang menikahkan atau mengijabkan putra putrinya.

Entah kebetulan atau tidak frekwensi orang punya gawe khususnya pernikahan pada bulan bulan jumlahnya menurun drastis. Kebanyakan dari mereka jika punya gawe di ke 3 bulan tersebut biasanya hanya resepsinya saja. Akad nikah sudah dilaksanakan pada bulan sebelumnya.

Percaya atau tidak fakta atau mitos namun ini masih terjadi di kehidupan kita sehari hari. Yang terpenting kita tidak meyakini sepenuhnya semua itu kita serahkan kepada Allah SWT . Dan tidak ada salahnya kita juga melestarikn adat dan budaya peninggalan leluhur kita.

Demikian tulisan ini semoga bermanfaat jika ada yang kurang tahu bisa berkonsultasi dengan Admin.

4 Bulan Jawa ini Bagus Untuk Hari Pernikahan atau Ijab Pengantin

                            Foto Pernikahan Artis sumber : www.solopos.com 

 Bagi orang jawa hari pernikahan merupakan hari yang cukup sakral . Selain waktu untuk pertamakali menemukan dua orang jadi satu dan juga untuk menjalani kehidupan hingga akhir nanti. Olah karena itu orang jawa cukup berhati hati dalam memutuskan tanggal pernikahan.

Meski saat ini sudah memasuki era digital namun soal hari pernikahan masih merujuk pada literasi lama yang sudah ada. Salah satu buku yang masih relevan dan banyak dipakai untuk mencari bulan yang baik utuk pernikahan adalah  Buku Betal Jemur Adammakna.

Pada buku Betaljemur Adammakna pada halaman 21  ban no 31 memang sudah tertulis bulan bulan yang baik , bulan bulan sedang dan bulan bulan yang dihindari untuk acara pernikahan atau ijab qobul. Perhitungan ini menggunakan bulan jawa yang dimulai dari Suro atau Muharram - Dzulqo'dah.

Nah pada buku Betal jemur ini sudah tertulis ada 5 bulan jawa yang bagus untuk digunakan sebagai bulan iajab qobul atau pernikahan yaitu 

1. Bulan Besar atau Dzulhijjah = Sugih ,nemu suka harjo

      artinya jika dilaksanakan pernikahan atau ijab qobul pada bulan ini pengantin kelak diberikan rezeki           banyak atau kaya dan selalu hidup tentram 

2. Jumadil Akhir/Jumadilakir = Sugih Mas selaka 

Artinya Pengantin berdua kelak hidupnya kaya ,serta berlimpah harta benda 

3. Rejeb   =  Sugih Anak lan Slamet 

Artinya pengantin berdua ke depannya mempunyai banyak anak dan selalu diberikan keselamatan dalam hidupnya

4. Besar  / Dzulhijjah  =  Sugih ,nemu suka harja

Artinya pengantin berdua ke depannya akan kaya harta dan menemui kesenanagn dan kebahagiaan.

Itulah 4 bulan yang bagus untuk melangsungkan pernikahan. sehingga di dalam kehidupan sehari hari kita temui kenyantaan ini pada bulan diatas bnyak orang yang menikahkan putra putrinya. Entah  kebetulan atau karena masih memegang keyakinan kenyataan itu dalam kese


harian itu masih ada,

Yang terpenting kita mensikapinya dengan positif saja jika kita meyakini itu merupakan warisan leluhur kita jalani saja . Untuk hidup berumah tangga memang perlu penghitungan yang matang karena hal ini berkaitan dengan kehidupan dua orang dijadikan satu. 

Demikian tulisan kami tentang bulan bulan baik untuk pernikahan yang kami ambil adari Kitab primbon betal jemur adammakna . Jika pembaca ingin tahu lebih lanjut bisa komentar di bawah tulisan ini . ( Mbah Muin)